Sabtu, 17 Mei 2014

dasgro acra 5

V.      PEMBIAKAN DENGAN STEK
A.      Pendahuluan
1.         Latar Belakang
Berbiak adalah suatu tanda kehidupan sama seperti halnya bertumbuh. Pada dasarnya pembiakan terkandung prinsip “pertambahan jumlah”, sedangkan pertumbuhan terkandung prinsip pertambahan besar (volume). Pembiakan dan pertumbuhan adalah proses-proses yang sangat erat berhubungan, tetapi terkadang batas antara kedua pengertian itu kabur.
Stek berasal dari kata stuk (Bahasa Belanda) dan cuttage (Bahasa Inggris) yang artinya potongan. Sesuai dengan artinya bahwa stek merupakan menanam potongan tanaman induk kedalam media, agar tumbuh menjadi tanaman baru.Stek adalah salah satu cara pembiakan tanaman tanpa melalui proses penyerbukan tetapi dengan jalan pemotongan batang, cabang, akar muda, pucuk, atau daun dan menumbuhkannya dalam media padat atau cair sebelum dilakukan penyapihan.Cara ini dilakukan untuk membuat variasi dari yang sederhana sampai rumit. Tanaman yang dihasilkan dari stek biasanya mempunyai sifat persamaan dalam umur, ukuran tinggi, ketahanan terhadap penyakit dan sifat-sifat lainnya. Disesuaikan terhadap faktor jenis tanaman, waktu perbanyakan, dan ketrampilan pekerja.
Tipe-tipe stek yaitu stek batang, stek daun, dan stek akar. Pada praktikum ini menggunakan dengan stek batang. Tipe ini paling umum dipakai dalam bidang kehutanan. Pembiakan tanaman dengan menggunakan bagian batang yang dipisahkan dari induknya, sehingga menghasilkan tanaman yang sempurna. Stek batang sebaiknya diambil dari bagian tanaman ortotrof sehingga diharapkan dapat membentuk suatu batang yang pokok dan lurus keatas.
Perbanyakan tanaman yang dilakukan pada praktikum ini adalah dengan menggunakan perkembangbiakan  secara vegetatif. Perbanyakan ini biasanya menggunakan bagian-bagian batang, ranting, akar, pucuk daun, umbi dan akar. Perbanyakan stek secara vegetatif tidak memerlukan teknis yang rumit. Keunggulannya yaitu dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak walaupun bahan tanaman yang tersedia terbatas dan dapat menghasilkan tanaman yang sifatnya sama dengan induknya, selain itu tanaman lebih cepat berbunga dan berbuah. Terdapat kelemahan dari perbanyakan stek secara vegetatif yaitu membutuhkan pohon induk yang lebih besar dan lebih banyak, sehingga membutuhkan biaya yang banyak.  Selain hal tersebut juga  tidak semua tanaman dapat diperbanyak dengan cara stek, dan tingkat keberhasilannya sangat rendah, terlebih jika dilakukan oleh hobiss atau penangkar pemula.
Perbanyakan dengan stek umumnya dilakukan pada tanaman dikotil, pada monokotil masih jarang. Namun, pada beberapa tanaman seperti Asparagus dalam kondisi terkontrol dapat dilakukan. Pemberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) pada bahan stek. dapat mendorong pertumbuhan akar. Dalam pemberian ZPT yang dipergunakan untuk meransang pembentukan akar, perlu memperhatikan konsentrasi yang digunakan.
2.         Tujuan Praktikum
Pada praktikum acara V yang mengenai pembiakan dengan stek bertujuan bahwa :
a.         Untuk mengetahui dan mempelajari teknik pembiakan vegetatif macam tanaman yang dapat dikembangbiakan dengan stek
b.        Untuk mengetahui dan mempelajari pertumbuhan stek yang berasal dari stek batang, murbei, bunga sepatu, dan bunga mawar atau bunga melati
B.       Tinjauan Pustaka
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan stek berakar dan tumbuh baik adalah 1) Sumber bahan stek, 2) Perlakuan terhadap bahan stek. Hal yang perlu diperhatikan dalam perlakuan terhadap bahan stek adalah penggunaan jenis media. Berdasarkan pengalaman, pasir merupakan jenis media yang cocok bagi pertumbuhan awal stek. Pasir memiliki tekstur dan aerasi yang cocok bagi pertumbuhan akar, namun pasir tidak memiliki kandungan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan lanjutan sehingga harus dilakukan penyapihan sampai bibit siap tanam. Untuk itu perlu dicari media lain sebagai pengganti pasir yang memiliki aerasi yang baik juga mengandung unsur hara yang dibutuhkan bibit, sehingga dalam pembuatan bibit dapat dilakukan langsung tanpa perlu penyapihan salah satunya adalah kompos A. Mangium (Danu dan Nurhasybi 2007).
Bahwa untuk keluarnya akar adventif secara fisiologi adalah interaksi dari berbagai hormon. Akar juga merupakan sink dan akar yang sedang tumbuh mempunyai sink strength yang tinggi,  untuk  penarikan karbohidrat kebawah  dalam  proses penutupan luka dan inisiasi akar. Daun yang telah ada pada waktu penyetekan dapat merupakan tempat terjadinya  fotosintesis, sehingga adalah sumber fotosintat bagi akar (Hartini 2001).
Usaha untuk memperbanyak jenis dan mempertahankan kelestarian jenis tanaman perlu, dilakukan pembiakan tanaman. Pembiakan tanaman dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara pembiakan tak kawin (vegetatif) dan pembiakan kawin (generatif). Pembiakan tak kawin berlangsung dengan cara pelepasan organ vegetatif dari tumbuhan induknya yang kemudian tumbuh menjadi individu baru. Cara pembiakan tak kawin ini berlangsung tanpa perubahan susunanan kromosom, sehingga sifat yang diturunkan sama dengan sifat induknya. Yang termasuk pembiakan vegetatif antara lain okulasi, stek, cangkok, sambung, graffting (Jumin 2002).
Reproduksi vegetative secara buatan adalah terjadinya individu baru(tanaman baru) karena tindakan manusia. Perbanyakan tanaman dengan stek merupakan cara pembiakan tanaman yang sederhana, cepat dan tidak memerlukan teknik tertentu (Rukmana 2012).
Mendefinisikan stek sebagai suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar. Dengan dasar itu maka muncullah istilah stek akar, stek batang, stek daun, dan sebagainya. Definisi lain dari stek adalah salah satu cara pembiakan tanaman tanpa melalui proses penyerbukan (generatif) tetapi dengan jalan pemotongan batang, cabang, akar muda, pucuk, atau daun dan menumbuhkannya dalam media padat atau cair sebelum dilakukan penyapihan (Wudianto 1988).    
Zat pengatur tumbuh yang paling berperan pada pengakaran stek adalah Auksin. Auksin yang biasa dikenal yaitu indole-3-aceticacid (IAA), indolebutyric acid (IBA) dan nepthaleneacetic acid (NAA). IBA dan NAA bersifat lebih efektif dibandingkan IAA yang meruapakan auksin alami, sedangkan zat pengatur tumbuh yang paling berperan dalam pembentukan tunas adalah sitokinin yang terdiri atas zeatin, zeatin riboside, kinetin, isopentenyl adenin (ZIP), thidiazurron (TBZ), dan benzyladenine (BA atau BAP). Selain auksin absisic acid (ABA) juga berperan penting dalam pengakaran stek. Faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik (Zaenal 2001).
C.      Metode Praktikum
1.         Waktu dan Tempat Praktikum
Pada praktikum tentang pembiakan dengan stek dilaksanakan pada hari selasa 30 April 2013 pukul 13.30-17.00 WIB di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.
2.         Alat dan Bahan
a.         Polybag
b.        Media tanam
c.         Ember
d.        Batang tanaman melati
e.         ZPT (Zat Pengatur Tumbuh)
3.         Cara Kerja
a.         Menyiapkan media tanam (kompos dengan tanah)
b.        Mencampurkan kompos dan tanah dengan perbandingan 2:1
c.         Memasukkan media tanam pada polybag kemudian membasahi dengan air secukupnya
d.        Memotong batang tanaman melati dengan ukuran panjang sekitar 20 sampai 30 cm lalu mengolesinya dengan ratoon-F atau root-Up
e.         Menanamkan pada media yang sudah dilubangi dengan jari atau kayu dan menyirami dengan air setiap hari
D.      Hasil Pengamatan dan Pembahasan
1.         Hasil Pengamatan
Tabel 5.1 Pengamatan Pembiakan Stek
Jenis Tanaman
Perlakuan
Parameter Pengamatan

Tanah
Kompos
Jumlah daun
Jumlah akar
Jumlah tunas
Melati
2
1
0
0
0
Sumber: Hasil Pengamatan
2.         Pembahasan
Pada praktikum acara V mengenai pembiakan dengan stek. Pembiakan dengan stek merupakan proses penyambungan potongan tanaman induk kedalam media supaya tumbuh menjadi tanaman baru. Percobaan ini lebih difokuskan pada perbanyakan vegetatif. Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan cara perkembangbiakan tanaman dengan memanfaatkan bagian tanaman, seperti batang, cabang, pucuk daun, umbi, dan akar. Tujuannya untuk menghasilkan tanaman baru dengan spesifikasi tanaman yang persis sama dengan induknya.
Adapun aspek yang menunjukkan keberhasilan pembiakan stek dengan cara perbanyakan vegetatif ditandai oleh terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru yang true to name dan true to type. Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor internal tanaman itu sendiri dan faktor eksternal atau lingkungan. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh.
Percobaan yang dilakukan langkah pertama yaitu menyiapkan media tanam dengan perbandingan tanah dan kompos yaitu 2:1 yang ditempatkan pada polybag, kemudian membasahinya dengan air yang secukupnya. Memotong masing-masing bahan tanam kurang lebih sekitar 20 – 30 cm, lalu mengolesinya dengan ratoon-F atau root-Up. Menanamkan batang pada media setelah membuatkannya lubang tanam dengan jari atau kayu dan menyirami dengan air setiap hari.
Pada percobaan yang dilakukan oleh praktikan, hasil yang diperoleh yaitu mengalami kematian. Batang tanaman yang direndam dengan menggunakan ratoon-F  tersebut, tidak menghasilkan tunas, akar, maupun daun. Hal yang sama dengan batang tanaman yang tidak direndam kedalam ratoon-F. Fungsi dari ratoon-F tersebut yaitu untuk merangsang pertumbuhan pada akar.
Ratoon-F dengan merangsang pertumbuhan akar, daun, tunas pada tanaman yang sedang distek. Hasil percobaan ini tidak ada pengaruhnya sama sekali. Perkembangan pertumbuhan dari bagian pucuk, tengah, dan pangkalnya yang seharusnya ada hasil, melainkan ini tidak tumbuh dan tidak sesuai dengan penyataan tersebut.
Penyebab dari hal ini kemungkinan waktu perendaman tanaman yang direndam dengan menggunakan ratoon-F kurang lama, bisa juga waktu penyiramannya tidak teratur, komposisi pada media tanamnya kemungkinan kurang sesuai dengan ketentuannya, bahkan kemungkinan pada kelembapan dan suhu dalam rumah kaca yang tidak stabil. Cara penanamannya, terlalu dalam, sehingga sulit untuk tumbuh berkembang secara cepat. Hal tersebut mengakibatkan batang tanaman stek tidak dapat bertumbuh dengan baik.
Adapun kemungkinan yang bisa terjadi, ysitu pada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya antara lain dari awal pemotongan batang tanaman terjadi kesalahan, batangnya tidak mengalami kriteria yang buruk seperti agak membusuk atau kurang segar. Sedangkan dalam faktor eksternal yaitu pada lingkungan tempat penanaman terdapat serangga, gulma, dan lain-lain. Suhu pada tempat penanaman mungkin masih kurang baik. Cuaca juga bisa jadi salah satu faktor penyebab pembiakan dengan stek mengalami kegagalan.
E.       Kesimpulan dan Saran
1.         Kesimpulan
Praktikum yang sudah dilakukan tentang percobaan  pembiakan dengan  stek dapat diambil kesimpulan bahwa :
a.         Tipe-tipe stek yaitu stek batang, stek akar, dan stek daun
b.        Stek batang diambil dari bagian tanaman ortotrof
c.         Hasil percobaan pembiakan dengan stek batang mengalami kegagalan
d.        Media tanam menggunakan tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1
e.         Menggunakan ratoon-F atau root-up untuk merangsang pertumbuhan akar, daun, dan tunas
2.      Saran
Saran yang dapat disampaikan yaitu :
a.         Sebaiknya Co.Ass lebih menjelaskan secara detail pada saat praktikum
b.        Praktikan lebih  berhati-hati dalam proses praktikum yang sedang berlangsung dilakukan








Tidak ada komentar:

Posting Komentar