Sabtu, 17 Mei 2014

dasgro acra 4

IV. PENYAMBUNGAN TANAMAN
A.      Pendahuluan
1.         Latar Belakang
Penyambungan adalah menempelkan atau menyambung bagian tanaman ke bagian lainnya sehingga tercapainya persenyawaan yang membentuk tanaman baru. Seperti halnya pembiakan vegetatif lainnya, menyambung tidak mengubah susunan genetik tanaman baru dan sama dengan tanaman induk. Menyambung ditujukan untuk memperoleh tanaman yang cepat berbuah, memperbaiki bagian tanaman yang rusak dan untuk memperbaiki sifat batang atas.
Salah  satu cara perbanyakan secara vegetatif adalah menyambung. Prinsip dasar dalam menyambung adalah menyambungkan batang  bawah dengan batang atas dari tanaman lain yang sejenis, sehingga akan diperoleh tanaman baru yang sifatnya lebih unggul. Dalam penyambungan harus diperhatikan tanaman yang akan disambungkan, haus diketahui batang yang baik untuk batang bawah dan batang atas. Batang bawah berasal dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat perakaran yang baik, anatara lain: tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tahan terhadap sifat-sifat tanah serta keadaan air tanah tertentu yang buruk, dan sebagainya. Sedang batang atas diambil dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat hasil yang diinginkan.
Penyambungan ada dua macam yaitu ‘Grafting’ dan ‘Budding’. Grafting adalah penyatuan antara batang (sepotong cabang dengan dua atau tiga mata tunas vegetatif) dengan batang yang terpisah atau dengan bagian pangkal akar yang terpisah untuk tumbuh bersama-sama membentuk satu individu baru. Sedangkan budding adalah bentuk grafting yang khas karena hanya satu tunas (budding) digunakan sebagai batang atas dan disisipkan di bawah kulit dari batang bawah. Budding lebih dikenal dengan okulasi atau penempelan. Dalam acara penyambungan tanaman ini teknik yang digunakan adalah grafting dan budding sedangkan tanaman yang digunakan adalah tanaman kamboja atau adenium.
Acara penyambungan tanaman ini teknik yang digunakan adalah grafting dan budding sedangkan tanaman yang digunakan adalah tanaman kamboja atau adenium. Dengan adanya acara ini diharapakan teori yang sudah didapat pada saat kuliah dapat dipraktikan dan diterapkan.
2.         Tujuan Praktikum
Pada praktikum acara IV tentang penyambungan tanaman ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara penyambungan tanaman.
B.       Tinjauan Pustaka
Salah satu faktor yang penting dan perlu diperhatikan pada saat penyambungan atau grafting, salah satunya adalah ukuran diameter batang dari kedua ketela pohon yang akan disambung. Di dalam pemilihan diameter batang keduanya harus berukuran sama atau mendekati sama, yang terpenting jangan sampai terdapat selisih yang besar pada ukuran tersebut. Pemilihan mata tunas saat budding harus tepat agar mata tunas tersebut bersenyawa dengan bidang keratan dan tumbuh dengan baik (Fuller 2005).
Keberhasilan teknik penyambungan sangat dipengaruhi oleh kompatibilitas antara dua jenis tanaman yang disambung. Pada umunya semakin dekat keakraban anatar dua tanaman yang disambung maka kecepatan pertumbuhan batang atas dan presentasi keberhasilan dari penyambungan ditentukan pula oleh kecepatan terjadinya pertautan antara batang atas dan batang bawah. Pertautan ini akan ditentukan oleh proses pembelahan sel pada bagian yang akan bertautan (Hanoto 2000).
Dalam melakukan grafting, perlu diperhatikan polaritas batang atas dan batang bawah. Untuk batang atas bagian dasar entris atau mata tunas harus disambungkan dengan bagian atas batang bawah. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyambungan adalah kompabilitas. Pengertian kompabilitas adalah kemampuan dua jenis tanaman yang disambung untuk menjadi satu tanaman baru. Bahan tanaman yang disambung akan menghasilkan prosentase kompabilitas tinggi jika masih dalam satu spesies atau satu klon, atau bahkan satu famili, tergantung jenis tanaman masing-masing (Ashari 2005).
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan grafting antara lain adalah jenis tanaman yang akan disambung, pemenuhan air pada tanaman, pemenuhan kebutuhan sinar matahari, pada waktu penyambungan harus memakai pisau yang tajam dan steril, cara mengikat harus benar, sambungan tidak boleh kemasukan air. Dan alat-alat yang digunakan bersih dari hama dan penyakit. Apabila salah satu dari hal – hal yang diatas tidak dilakukan dengan baik maka penyambungan yang dilakukan tidak akan berhasil atau tidak sempurna (Harjadi 2000).
Faktor lain yang juga berpengaruh adalah cara pengikatan persambungan batang. Pengikatan yang kurang baik yaitu kurang kuat akan  mengakibatkan perkembangan/pertumbuhan kambium dalam batang tidak baik sehingga  persambungan tersebut tidak akan menumbuhkan tunas. Dan mengakibatkan kedua batang tidak akan melekat sehingga batang atas dan batang bawah tidak dapat bersatu. Suatu pengikatan yang baik adalah jika ikatan itu kuat antara batang atas dan batang bawah sehingga pada pertumbuhan tersebut tidak mengalami pergesaran tempat supaya kambiumnya dapat berkembang dengan baik (Prastowo 2006).
Kecocokan antara batang bawah dan batang atas adalah syarat utama untuk mendapatkan bibit dengan pertumbuhan yang baik. Ada beberapa tingkat ketidakcocokan pada penyambungan batang bawah dan batang atas. Pertama adalah ketidakcocokan pada penyambungan itu sama sekali tidak cocok, dalam artian sambungan tidak pernah bertaut atau saling bertolak. Ataupun batang atas dan batang bawah saling bertaut tetapi tidak sempurna sehingga pertumbuhan bibit tidak sempurna atau tersendat – sendat                  (Purwaningsih 2003).  
 Kelebihan dari metoda grafting antara lain, tidak adanya bekas luka yang menandakan kalau entress yang kita graftingkan adalah graftingan. Akan bagus bila diterapkan pada penambahan cabang untuk pembentukan bonsai yang kita bentuk, misalnya untuk mengisi kekosongan ruang pada dimensi bonsai atau untuk sekedar menambahkan anak cabang, sehingga memiliki percabangan yang lebih banyak sesuai dengan yang kita inginkan (Supriyanto 2001).
C.      Metode Praktikum
1.         Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum acara IV “Penyambungan Tanaman” ini dilakukan pada tanggal 15 Mei 2013 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2.         Alat dan Bahan
a.         Alat
1)      Pisau Okulasi
2)      Gunting
3)      Tali rafia atau plastik
b.        Bahan
1)      Polibag
2)      Media Tanam
3)      2 Tanaman kamboja atau adenium yang berjenis sama
3.         Cara Kerja
a.         Menyiapkan media tanam pada polybag dan membasahi dengan air secukupnya.
b.        Membuat bentuk irisan untuk batang bawah.
c.         Membuat bentuk irisan untuk batang atas.
d.        Menyambungkan batang bawah dan batang atas sesuai bentuk irisannya.
e.         Mengikat dengan tali raffia atau plastik pada bidang sambungan yang telah dilekatkan.
f.         Memelihara tanaman hasil penyambungan.


D.      Hasil Pengamatan dan Pembahasan
1.         Hasil Pengamatan
Tabel 4.1 Pengamatan Tingkat Keberhasilan Penyambungan
Komoditas
Minggu Ke-
1
2
3
4
Adenium
Belum ada perubahan
Daun mulai mengering
Daun mulai rontok
Batang membusuk




Sumber : Hasil Pengamatan
                      
    Gambar 4.1 Sesudah penyambungan
2.         Pembahasan
Penyambungan adalah penyatuan antara batang atas (sepotong cabang dengan dua atau tiga tunas vegetatif) dengan batang bawah sehingga gabungan ini bersama-sama membentuk individu yang baru. Batang bawah sering juga disebut stock atau root stock atau bahasa belandanya onder stam. Ciri dari batang ini adalah batang masih dilengkapi dengan akar, sedangkan batang atas yang disambungkan sering disebut entris atau scion. Batang atas dapat berupa potongan  batang atau bisa juga cabang pohon induk, kadang-kadang untuk penyambungan ini memerlukan batang perantara (Inter-Stock).  Batang bawah yang digunakan berasal dari tanaman yang memiliki akar yang kuat sedangkan batang atas berasal dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat hasil yang diinginkan.Agar batang atas dan batang bawah bisa terus merupakan perpaduan yang kekal, maka sebaiknya dipilih batang atas dan batang bawah yang masih mempunyai hubungan keluarga yang dekat.
Fungsi penyambungan yaitu memperbanyak tanaman yang kita lakukan misalnya saja kamboja. Penyambungan tidak memperbanyak jenis tanaman tetapi memperbanyak jumlah tanaman itu sendiri. Beberapa penyebab kegagalan dalam penyambungan lain yaitu : Terlalu lama proses penyambungan, sehingga kambium telah mengering.  Kelembapan yang berlebihan atau terkena air langsung saat proses penyambungan. Alat pemotong atau pisau cater tidak bersih (steril) atau alat pemotong atau pisau cater tumpul (tidak tajam) sehingga menyebabkan guratan serabut yang menyebabkan kambium sulit bersatu (menempel). Pengikatan sambungan terlalu kencang, sehingga menyebabkan metabolisme tanaman tercekik. Sambungan terkena guncangan, patah ; sehingga menyebabkan perekatan kambium terputus. Yang terakhir adalah faktor alam, misalnya terjadinya hujan yang berlebihan yang menyebabkan keadaan terlalu lembab dan kekeringan yang terlalu panjang menyebabkan batang sambungan mengering.
Apabila sambungan tidak mengalami kegagalan maka proses terbentuknya sambungan diawali dengan terbentuknya lapisan nekrotik pada permukaan sambungan yang membantu menyatukan jaringan sambungan terutama didekat vaspular. Pemulihan luka dilakukan oleh sel meristematik yang terbentuk antara jaringan yang tidak terluka dengan lapisan nekrotik. Lapisan nekrotik ini kemudian menghilang dan digantikan oleh kalus yang dihasilkan oleh sel-sel parenkim.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyambungan diantara lainya : Faktor lingkungan, misalnya waktu penyambungan pada umumnya penyambungan dilakukan pada waktu cuaca yang cerah, tidak hujan, dan tidak di bawah terik matahari. Faktor tanaman, misalnya beberapa tanaman mengalami kesukaran untuk disambungkan ke tanaman lain, karena jenis tanaman tersebut sulit membentuk kalus. Faktor pelaksanaan, keserasian bentuk potongan antara batang atas dan batang bawah perlu diperhatikan untuk mendapatkan kesesuaian letak penyatuan kambium batang atas dan batang bawah yang serasi.
E.       Kesimpulan dan Saran
1.         Kesimpulan
Dari hasil praktikum dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut :
a.        Hasil praktikum kali ini mengalami kegagalan dikarenakan berbagai penyebab antara lain : pemilihan batang yang terlalu muda atau terlalu tua, pengikatan pada sambungan yang terlalu keras, terlalu kering atau terlalu lembab, pengikatan penutup terlalu kencang sehingga terjadi banyak pengembunan di dalamnya yang jatuh pada sambungan yang dapat menyebabkan kebusukan.
b.        Proses terjadinya sambungan yaitu sambungan diawali dengan terbentuknya lapisan nekrotik pada permukaan sambungan yang membantu menyatukan jaringan sambungan terutama di dekat berkas vaskular. Pemulihan luka dilakukan oleh sel meristematik yang terbentuk antara jaringan yang tidak terluka dengan lapisan nekrotik.
c.         Proses perlakuan menyambung adalah dengan cara menggabungkaan dua individu yang beda sifat tetapi masih satu varietas, dengan cara menempelkan tanaman bagian atas dan bawah kemudian membungkusi dengan dengan plastik, untuk mengurangi penguapan di lakukan pemotongan daun dan melakukan kontrol selama dua minggu untuk pastkan apakah tanaman hasil okulasi berhasil apa tidak, setelah berhasil maka tanaman bisa membuka plastiknya agar tanaman beradaptasi dengan lingkungan bebas serta tumbuh dan kembangnya tanaman tersebut.
d.        Pada praktikum acara IV ini pemotongan batang menggunakan pisau yang tajam dan steril, pembuangan daun untuk mengurangi penguapan, pengikatan sambungan supaya tidak terlalu kencang, pengikatan penutup seharusnya tidak terlalu kencang, kelembapan harus dijaga agar proses pembentukkan sambungan normal.
2.         Saran
Berdasarkan pengamatan tersebut saran yang dapat diberikan yaitu:
a.         Dalam proses penalian pada tanaman diusahakan talian tersebut kuat, agar harapan untuk tumbuh pada tanaman adenium itu besar.
b.        Dalam melakukan praktikum ini diharapkan praktikan memperhatikan pemotongan batang atas maupun batang bawah dengan hati-hati, karena apabila terjadi kesalahan dalam pemotongan maka presentase keberhasilan penyambungan kecil.
c.         Memelihara tanaman adenium dengan melakukan penyiraman dan penyiangan secara rutin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar