III.
PERLAKUAN PEMANGKASAN TANAMAN
A. Pendahuluan
1.
Latar Belakang
Buah tomat
merupakan salah satu bahan pelengkap dalam setiap hidangan, dan sangat digemari
oleh banyak orang. Permintaan akan buah tomat-pun kian hari kian meningkat.
Buah memiliki keistimewaan tersendiri yaitu rasa yang lezat yang mengandung
vitamin A dan C, serta warna dan bentuk yang menarik akan mengundang selera
makan.
keadaan yang
demikian, perlu kiranya suatu strategi dalam meningkatkan hasil tomat, terutama
dari jumlah produksinya. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, yaitu tingkat kesuburan
tanah, iklim yang sesuai, benih yang unggul, bebas dari hama dan penyakit serta
adanya penyinaran yang cukup. Selain daripada itu, jumlah produksi tomat dapat
dilakukan dengan pemangkasan tanaman guna menumbuhkan tunas lateral.
Pertumbuhan
tanaman dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain adalah Zat Pengatur
Tumbuh (ZPT) pada tanaman (plant
regulator). Contoh zat pengatur tumbuh itu antara lain adalah auksin.
Auksin dibentuk di koleoptil atau ujung batang dan akar yang berfungsi pada
pemanjangan tunas apikal (tunas pertama yang tumbuh cepat), akibat dari
dominansi apikal, yaitu terhambatnya pertumbuhan tunas lateral (tunas ketiak
daun). Untuk itu pemangkasan tunas apikal perlu dilakukan agar tunas lateral
dapat tumbuh. Pertumbuhan tunas lateral menimbulkan terbentuknya
cabang batang yang cukup banyak pada ketiak batang utama.
Pemangkasan
pucuk batang menyebabkan pertumbuhan tunas apikal terhambat sehingga tanaman
tidak terlalu tinggi dan mempunyai cabang yang banyak sehingga pembentukan
bunga banyak. Bunga yang abnyak tersebut dapat diartikan sebagai adanya hasil
tanaman yang baik. Oleh karena itu, penanaman tomat harus pada tanah yang
gembur, sedikit mengandung pasir dan banyak mengandung bahan organik (subur).
Tanah liat yang sedikit mengandung pasir dengan derajat keasaman tanah (pH)
antara 5-6 sangat disukai tanaman ini.
Pada tanaman
tomat, zat tumbuh ini ternyata adalah thyamin piridoksin yang dbentuk didaun.
Hal serupa juga untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, embrio kuncup daun
yang berhubungan dengan zat pertumbuhan tentu yang dibentuk oleh tanaman.
Peranan auksin tersangkut secara intim dalam system ini, dan telah ditunjukan
bahwa IAA bertindak sebagai master hormon, yang mempengaruhi difresiansi
pertumbuhan tanaman.
Praktikum
pemangkasan ini dilakukan pada tanaman tomat (Licopersicum esculantum) dan Zat Pengatur Tumbuh yang terdapat pada
tanaman tomat adalah Thyamin piridoksin
yang dibentuk di daun. Hal serupa juga untuk pertumbuhan dan perkembangan buah,
embrio, dan kuncup yang berhubungan dengan zat pertumbuhan yang dibentuk oleh
tanaman.
2.
Tujuan Praktikum
Tujuan dari
praktikum “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” adalah untuk mengetahui pengaruh
pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
B. Tinjauan Pustaka
Media tanam yang
harus digunakan harus memenuhi beberapa persyaratan. Media harus bebas penyakit
(steril), yang tidak cepat lapuk, mempunyai sifat kimia dan fisika yang baik
untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yaitu mengandung unsur hara mikro
dan makro esensial, memudahkan pertumbuhan yang ideal (Anonim
2010).
Pemangkasan
dapat mendorong lebih cepat tumbuhnya tunas baru, yang berpotensi untuk
berbunga. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemangkasan selain dapat meningkatkan hasil bunga juga dapat memperbaiki
kualitas bunga dan penampilan atau figur tanaman menjadi lebih baik tetapi
dapat juga mengadakan produksi bunga menurun (Satsijah 2008).
Cara mendapatkan
hasil tomat yang seragam hanya memelihara dua cabang utama yang tumbuh pada
batang utama. Setelah tumbuh beberapa daun biasanya tanaman tomat akan
membentuk dua cabang dan tunas-tunas yang tumbuh pada ruas-percabangan.
Tunas-tunas yang tumbuh pada cabang yang dipelihara dilakukan pemotongan.
Pemotongan tunas yang tumbuh pada percabangan dilakukan dan harus dapat
membedakan apakah yang tumbuh tersebut merupakan tunas atau calon bunga. Kalau
yang tumbuh calon bunga jangan dilakukan pemotongan ketika tunas masih kecil
(Anonim 2009).
Tunas lateral
merupakan subyek pengamat korelasi oleh tunas apikal sehingga jika tunas apikal dipangkas maka hanya tunas
lateral paling atas yang tumbuh dengan cepat sehingga tunas basal tetap terhambat.
Penghambatan tunas lateral tergantung pada konsentrasi hormon auksin yang
diberikan pada permukaan batang yang dipotong. Sebuah pemberian auksin eksogen
pada sebuah tanaman yang dipotong akan merangsang prtumbuhan pucuk tanaman
(Wilkins 2004).
Ada beberapa
cara pemangkasan yaitu pemangkasan cabang primer, pemangkasan peremajaan dan
pemangkasan pemeliharaan. Dan sisi lain pemangkasan dalam yang dilakukan pada
peremajaan akan menunda masa panen karena tanaman memerlukan waktu untuk
rehabilitasi. Ditinjau dari aspek fisiologis tanaman, pemangkasan yang demikian disertai dengan pembersihan seluruh
komponen untuk asimilasi adalah suatu hal yang sangat drastis dan akan
menyebabkan terjadinya stagnasi pertumbuhan berikutnya (Zulkifli Hasan 2001).
Pada tanaman
buah dikenal teknik pemangkasan bertujuan untuk menjaga kesehatan dan
meningkatkan produksi pada tanaman buah, pemangkasan mampu menjaga kelembaban
tanaman sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit (Anonim 2002).
Pembahasan pada
pucuk tanaman dilakukan dengan mematahkan dominasi apikal sehingga pemangkasan
berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman karena pemangkasan merupakan suatu
tindakan membuang tunas apikal sehingga mendorong tanaman agar bercabang
banyak. Tunas yang terdapat dipucuk batang dipangkas sehingga tunas-tunas pada
ketiak daun muncul. Tunas yang berada dipucuk adalah pusat terbentuknya auksin
dan auksin tersebut akan menyebar kebagian batang tanaman setelah dilakukan
pemangkasan dan mendorong munculnya tunas lateral. Jika tunas lateralnya
semakin banyak maka akan diperoleh produksi yang maksimal (Sutomo 2005).
C. Metode Praktikum
1.
Tempat Praktikum
Praktikum Kadalaman Media Tanam
dilaksanakan pada hari Selasa tanggal, 30 April 2013 pukul 15.00-16.30 WIB.
Bertempat di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2.
Alat dan Bahan
a.
Alat
1)
Polybag
2)
Pisau / gunting
3)
Alat tulis
4)
Penggaris
5)
Logbook
6)
Label
b.
Bahan
1)
Bibit tanaman tomat(Solanum lycopersicum)
3.
Cara kerja
a.
Menyiapkan semua alat dan bahan.
b.
Menyiapkan media tanam (tanah), digemburkan dicampur
dengan kompos.
c.
Menambahkan air pada media tanam secukupnya.
d.
Menanam bibit tomat satu polybag satu polybag satu
tanaman.
e.
Merawat dan menyiram tanaman setiap hari.
f.
Mengamati pertumbuhannya serta memangkas pucuk salah
satu tanaman pada 15 hari setelah tanam dan mengukur tinggi tanaman pada minggu
seterusnya.
g.
Melihat berapa jumlah tunas yang tumbuh.
D. Hasil
Pengamatan dan Pembahasan
1.
Hasil Pengamatan
Tabel 3.1 Perlakuan Pemangkasan
|
Pengamatan
|
Kontrol
|
Perlakuan
|
|
Jumlah tunas lateral tomat dipangkas
|
4
|
3
|
|
Jumlah tunas lateral tomat tidak dipangkas
|
4
|
3
|
Sumber
: Hasil
Pengamatan
2.
Pembahasan
Pemangkasan
dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pupuk terhadap pertumbuhan dan
hasil tanaman, serta untuk mengetahui percepatan pertmbuhan tunas antara
tanaman tomat yang di pangkas atau tidak. Pemangkasan Pemangkasan dimaksudkan
agar dapat diperoleh buah yang besar dan cepat masak. Pemangkasan dilakukan
sekali atau dua kali sebulan yaitu dengan cara memangkas bagian pucuk atau
cabang ketiga pada batang pokok, atau cabang kelima pada kedua cabang yang
dibiarkan hidup. Pemangkasan tanaman tomat dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu pemangkasan tunas muda dan pemangkasan batang.
Pengaruh
pemangkasan dari pertumbuhan tanaman melalui tunas tenyata sangat berpengaruh,
setelah di lakukan pemangkasan proses munculnya tunas lebih cepat dan untuk
mengambil nutrisi dari dalam tanah tidak bersaing dengan daun tanaman tomat
tersebut. Pada prinsipnya pemangkasan akan merangsang terbentuknya tunas
vegetatif sehingga bidang psercabangannya lebih luas dan memungkinkan dapat
menambah produksi. Hasil penelitian tentang pengaruh macam-macam pemangkasan,
tunas-tunas baru terbentuk dua minggu setelah pemangkasan dan dengan
pemangkasan satu fase pertunasan yang tepat pada bukunya dimana setiap pohon
dipangkas maka menghasilkan tunas yang lebih banyak.
Praktikum
pemangkasan tanaman tomat dilaksanakan 15 hari setelah tanam, yaitu pada saat
tanaman telah memiliki tunas apikal yang cukup kuat sehingga diharapkan dengan
pemangkasan ini dapat merangsang pertumbuhan dari tunas lateral. waktu
praktikum yang relatif singkat
tidak bisa mengamati sampai panen.
Jumlah tunas
lateral pada tanaman tomat yang dipangkas sebagai perlakuan semuanya lebih
banyak dibandingkan pada tanaman kontrol. Hal ini disebabkan oleh berbagai
faktor seperti : faktor genetik tanaman itu sendiri; faktor lingkungan berupa
cahaya, kelembaban, bahan organik, CO2 dan faktor perlakuan seperti pemupukan
pada awal tanam dan pemeliharaan.
E. Kesimpulan dan
Saran
1.
Kesimpulan
Dari praktikum Dasar Agronomi dengan
judul “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” ini dan analisis hasil percobaan yang
kami lakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a.
Pemangkasan pada umumnya bertujuan untuk memperbanyak
hasil suatu
tanaman.
b.
Tanaman yang
tunas apikalnya tidak dipangkas akan menghambat pertumbuhan tunas lateral
yang disebut apical dominansi.
c.
Pemangkasan pada
tunas apikal akan merangsang tumbuhnya tunas lateral
d.
Faktor yang berpengaruh terhadap pemangkasan adalah
faktor tanaman, faktor lingkungan dan faktor perlakuan.
e.
Manfaat pemangkasan adalah :untuk memperbanyak
jumlah buah, memperbanyak jumlah tunas lateral, serta mengetahui cara
pemengkasan tanaman yang baik dan benar.
2)
Saran
a.
Dalam melakukan pemangkasan sebaiknya pada saat batang
tanaman setelah berumur 15 hari setelah tanam.
b.
Perawatan yang meliputi penyiraman dan penyiangan
hendaknya dilakukan setiap hari agar pertumbuhan tanaman maksimal.
c.
Pengamatan
dilakukan setiap satu minggu sekali..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar