Sabtu, 17 Mei 2014

dasgro acra 3

III. PERLAKUAN PEMANGKASAN TANAMAN
A.      Pendahuluan
1.         Latar Belakang
Buah tomat merupakan salah satu bahan pelengkap dalam setiap hidangan, dan sangat digemari oleh banyak orang. Permintaan akan buah tomat-pun kian hari kian meningkat. Buah memiliki keistimewaan tersendiri yaitu rasa yang lezat yang mengandung vitamin A dan C, serta warna dan bentuk yang menarik akan mengundang selera makan.
keadaan yang demikian, perlu kiranya suatu strategi dalam meningkatkan hasil tomat, terutama dari jumlah produksinya. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, yaitu tingkat kesuburan tanah, iklim yang sesuai, benih yang unggul, bebas dari hama dan penyakit serta adanya penyinaran yang cukup. Selain daripada itu, jumlah produksi tomat dapat dilakukan dengan pemangkasan tanaman guna menumbuhkan tunas lateral.
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain adalah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) pada tanaman (plant regulator). Contoh zat pengatur tumbuh itu antara lain adalah auksin. Auksin dibentuk di koleoptil atau ujung batang dan akar yang berfungsi pada pemanjangan tunas apikal (tunas pertama yang tumbuh cepat), akibat dari dominansi apikal, yaitu terhambatnya pertumbuhan tunas lateral (tunas ketiak daun). Untuk itu pemangkasan tunas apikal perlu dilakukan agar tunas lateral dapat tumbuh. Pertumbuhan tunas lateral menimbulkan terbentuknya cabang batang yang cukup banyak pada ketiak batang utama.
Pemangkasan pucuk batang menyebabkan pertumbuhan tunas apikal terhambat sehingga tanaman tidak terlalu tinggi dan mempunyai cabang yang banyak sehingga pembentukan bunga banyak. Bunga yang abnyak tersebut dapat diartikan sebagai adanya hasil tanaman yang baik. Oleh karena itu, penanaman tomat harus pada tanah yang gembur, sedikit mengandung pasir dan banyak mengandung bahan organik (subur). Tanah liat yang sedikit mengandung pasir dengan derajat keasaman tanah (pH) antara 5-6 sangat disukai tanaman ini.
Pada tanaman tomat, zat tumbuh ini ternyata adalah thyamin piridoksin yang dbentuk didaun. Hal serupa juga untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, embrio kuncup daun yang berhubungan dengan zat pertumbuhan tentu yang dibentuk oleh tanaman. Peranan auksin tersangkut secara intim dalam system ini, dan telah ditunjukan bahwa IAA bertindak sebagai master hormon, yang mempengaruhi difresiansi pertumbuhan tanaman.
Praktikum pemangkasan ini dilakukan pada tanaman tomat (Licopersicum esculantum) dan Zat Pengatur Tumbuh yang terdapat pada tanaman tomat adalah Thyamin piridoksin yang dibentuk di daun. Hal serupa juga untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, embrio, dan kuncup yang berhubungan dengan zat pertumbuhan yang dibentuk oleh tanaman.
2.         Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
B.       Tinjauan Pustaka
Media tanam yang harus digunakan harus memenuhi beberapa persyaratan. Media harus bebas penyakit (steril), yang tidak cepat lapuk, mempunyai sifat kimia dan fisika yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yaitu mengandung unsur hara mikro dan makro esensial, memudahkan pertumbuhan yang ideal (Anonim 2010).
Pemangkasan dapat mendorong lebih cepat tumbuhnya tunas baru, yang berpotensi untuk berbunga.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan selain dapat meningkatkan hasil bunga juga dapat memperbaiki kualitas bunga dan penampilan atau figur tanaman menjadi lebih baik tetapi dapat juga mengadakan produksi bunga menurun (Satsijah 2008).
Cara mendapatkan hasil tomat yang seragam hanya memelihara dua cabang utama yang tumbuh pada batang utama. Setelah tumbuh beberapa daun biasanya tanaman tomat akan membentuk dua cabang dan tunas-tunas yang tumbuh pada ruas-percabangan. Tunas-tunas yang tumbuh pada cabang yang dipelihara dilakukan pemotongan. Pemotongan tunas yang tumbuh pada percabangan dilakukan dan harus dapat membedakan apakah yang tumbuh tersebut merupakan tunas atau calon bunga. Kalau yang tumbuh calon bunga jangan dilakukan pemotongan ketika tunas masih kecil (Anonim 2009).
Tunas lateral merupakan subyek pengamat korelasi oleh tunas apikal sehingga jika tunas apikal dipangkas maka hanya tunas lateral paling atas yang tumbuh dengan cepat sehingga tunas basal tetap terhambat. Penghambatan tunas lateral tergantung pada konsentrasi hormon auksin yang diberikan pada permukaan batang yang dipotong. Sebuah pemberian auksin eksogen pada sebuah tanaman yang dipotong akan merangsang prtumbuhan pucuk tanaman (Wilkins 2004).
Ada beberapa cara pemangkasan yaitu pemangkasan cabang primer, pemangkasan peremajaan dan pemangkasan pemeliharaan. Dan sisi lain pemangkasan dalam yang dilakukan pada peremajaan akan menunda masa panen karena tanaman memerlukan waktu untuk rehabilitasi. Ditinjau dari aspek fisiologis tanaman, pemangkasan yang demikian disertai dengan pembersihan seluruh komponen untuk asimilasi adalah suatu hal yang sangat drastis dan akan menyebabkan terjadinya stagnasi pertumbuhan berikutnya (Zulkifli Hasan 2001).
Pada tanaman buah dikenal teknik pemangkasan bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi pada tanaman buah, pemangkasan mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit (Anonim 2002).
Pembahasan pada pucuk tanaman dilakukan dengan mematahkan dominasi apikal sehingga pemangkasan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman karena pemangkasan merupakan suatu tindakan membuang tunas apikal sehingga mendorong tanaman agar bercabang banyak. Tunas yang terdapat dipucuk batang dipangkas sehingga tunas-tunas pada ketiak daun muncul. Tunas yang berada dipucuk adalah pusat terbentuknya auksin dan auksin tersebut akan menyebar kebagian batang tanaman setelah dilakukan pemangkasan dan mendorong munculnya tunas lateral. Jika tunas lateralnya semakin banyak maka akan diperoleh produksi yang maksimal           (Sutomo 2005).
C.      Metode Praktikum
1.         Tempat Praktikum
Praktikum Kadalaman Media Tanam dilaksanakan pada hari Selasa tanggal, 30 April 2013 pukul 15.00-16.30 WIB. Bertempat di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2.         Alat dan Bahan
a.         Alat
1)        Polybag
2)        Pisau / gunting
3)        Alat tulis
4)        Penggaris
5)        Logbook
6)        Label
b.        Bahan
1)        Bibit tanaman tomat(Solanum lycopersicum)
3.         Cara kerja
a.         Menyiapkan semua alat dan bahan.
b.        Menyiapkan media tanam (tanah), digemburkan dicampur dengan kompos.
c.         Menambahkan air pada media tanam secukupnya.
d.        Menanam bibit tomat satu polybag satu polybag satu tanaman.
e.         Merawat dan menyiram tanaman setiap hari.
f.         Mengamati pertumbuhannya serta memangkas pucuk salah satu tanaman pada 15 hari setelah tanam dan mengukur tinggi tanaman pada minggu seterusnya.
g.        Melihat berapa jumlah tunas yang tumbuh.
D.      Hasil Pengamatan dan Pembahasan
1.         Hasil Pengamatan
Tabel 3.1 Perlakuan Pemangkasan
Pengamatan
Kontrol
Perlakuan
Jumlah tunas lateral tomat dipangkas
4
3
Jumlah tunas lateral tomat tidak dipangkas
4
3
Sumber : Hasil Pengamatan
2.         Pembahasan
Pemangkasan dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, serta untuk mengetahui percepatan pertmbuhan tunas antara tanaman tomat yang di pangkas atau tidak. Pemangkasan Pemangkasan dimaksudkan agar dapat diperoleh buah yang besar dan cepat masak. Pemangkasan dilakukan sekali atau dua kali sebulan yaitu dengan cara memangkas bagian pucuk atau cabang ketiga pada batang pokok, atau cabang kelima pada kedua cabang yang dibiarkan hidup. Pemangkasan tanaman tomat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemangkasan tunas muda dan pemangkasan batang.
Pengaruh pemangkasan dari pertumbuhan tanaman melalui tunas tenyata sangat berpengaruh, setelah di lakukan pemangkasan proses munculnya tunas lebih cepat dan untuk mengambil nutrisi dari dalam tanah tidak bersaing dengan daun tanaman tomat tersebut. Pada prinsipnya pemangkasan akan merangsang terbentuknya tunas vegetatif sehingga bidang psercabangannya lebih luas dan memungkinkan dapat menambah produksi. Hasil penelitian tentang pengaruh macam-macam pemangkasan, tunas-tunas baru terbentuk dua minggu setelah pemangkasan dan dengan pemangkasan satu fase pertunasan yang tepat pada bukunya dimana setiap pohon dipangkas maka menghasilkan tunas yang lebih banyak.
Praktikum pemangkasan tanaman tomat dilaksanakan 15 hari setelah tanam, yaitu pada saat tanaman telah memiliki tunas apikal yang cukup kuat sehingga diharapkan dengan pemangkasan ini dapat merangsang pertumbuhan dari tunas lateral. waktu praktikum yang relatif singkat tidak bisa mengamati sampai panen.
Jumlah tunas lateral pada tanaman tomat yang dipangkas sebagai perlakuan semuanya lebih banyak dibandingkan pada tanaman kontrol. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti : faktor genetik tanaman itu sendiri; faktor lingkungan berupa cahaya, kelembaban, bahan organik, CO2 dan faktor perlakuan seperti pemupukan pada awal tanam dan pemeliharaan. 
E.       Kesimpulan dan Saran
1.         Kesimpulan
Dari praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” ini dan analisis hasil percobaan yang kami lakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a.         Pemangkasan pada umumnya bertujuan untuk memperbanyak hasil suatu tanaman.
b.        Tanaman yang tunas apikalnya tidak dipangkas akan menghambat pertumbuhan tunas lateral yang  disebut apical dominansi.
c.         Pemangkasan pada tunas apikal akan merangsang tumbuhnya tunas lateral
d.        Faktor yang berpengaruh terhadap pemangkasan adalah faktor tanaman, faktor lingkungan dan faktor perlakuan.
e.         Manfaat pemangkasan adalah  :untuk memperbanyak jumlah buah, memperbanyak jumlah tunas lateral, serta mengetahui cara pemengkasan tanaman yang baik dan benar.
2)        Saran
a.         Dalam melakukan pemangkasan sebaiknya pada saat batang tanaman setelah berumur 15 hari setelah tanam.
b.        Perawatan yang meliputi penyiraman dan penyiangan hendaknya dilakukan setiap hari agar pertumbuhan tanaman maksimal.
c.         Pengamatan dilakukan setiap satu minggu sekali..




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar